You are currently viewing Meningkatkan Keaktifan Belajar dengan Media Sosial Tiktok

Meningkatkan Keaktifan Belajar dengan Media Sosial Tiktok

Meningkatkan Keaktifan Belajar dengan Media Sosial Tiktok

Oleh : Maria Merianti L

Belajar adalah proses mental dan emosional atau proses berpikir dan merasakan. Seseorang dikatakan belajar apabila pikiran dan perasaannya aktif. Gagne (1985) bahkan mengatakan, bahwa belajar adalah suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman (Ratna Wilis Dahar, 1989, hal 11). Kegiatan belajar akan memicu terjadinya perubahan pada diri seseorang menjadi lebih baik.

Namun kata “belajar” seperti kata yang sangat mengerikan untuk didengar. Terlebih untuk anak-anak generasi abad 21 ini. Kurangnya minat dan motivasi anak untuk belajar sebagai akibat dari metode pembelajaran yang kurang tepat semakin menambah problema pendidikan.

Keadaan semakin parah ketika wabah pandemi Covid-19 melanda dunia. Semua bidang aspek kehidupan terkena dampaknya. Satu diantaranya yaitu dibidang pendidikan. Ketidak siapan masyarakat dalam menghadapi pandemi menyebabkan terjadinya kemerosotan kualitas hasil belajar.

Proses pembelajaran yang semula dapat dilakukan di sekolah secara langsung antara guru dan peserta didik tidak dapat lagi dilakukan. Sehingga, pemerintah pada akhirnya mengambil keputusan agar proses pembelajaran dilaksanakan secara daring atau lebih dikenal dengan pembelajaran jarak jauh.

Sekolah-sekolah yang berada di daerah dengan jangkauan jaringan internet yang baik, memanfaatkan teknologi dalam melaksanakan pembelajaran daring. Adapun alat yang digunakan, seperti gawai, televisi, dan perangkat pendukung lainnya. Sementara, sekolah-sekolah yang berada di daerah luar jangkauan internet dan masih tertinggal, melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan melakukan kunjungan secara berkala. Baik kunjungan dari siswa ke sekolah atau kunjungan dari guru langsung ke rumah-rumah peserta didik.

Namun, pembelajaran daring yang telah dilakukan ini memiliki beberapa kekurangan. Permasalahan yang terjadi saat ini banyak peserta didik yang masih kesulitan untuk belajar secara mandiri. Penelitian yang dilakukan oleh Purwanto et al., (2020) menyatakan bahwa salah satu dampak yang jelas terlihat adalah kesulitan belajar yang dialami murid selama proses belajar mengajar di rumah. Murid merasa tertekan saat belajar jarak jauh, karena merasa terpaksa, apalagi ditambah dengan sarana dan prasarana yang kurang memadai di rumah. Wardani, Anita, & Ayriza (2020) juga menguraikan permasalahan dalam pembelajaran jarak jauh juga dialami oleh orangtua, kendala tersebut muncul karena orangtua kurang memahami materi, sulitnya menumbuhkan semangat dan motivasi belajar anak, sulitnya membagi waktu antara pekerjaan orangtua dan pendampingan anak, keterbatasan orangtua dalam mengoperasikan gawai, jangkauan internet yang terbatas, serta orangtua kurang sabar dalam mendampingi anak saat pembelajaran daring selama masa pandemi covid-19.

untuk meningkatkan minat  dan keaktifan belajar peserta didik selama proses pembelajaran daring, maka diperlukan metode pembelajaran yang tepat. Metode yang digunakan, yaitu dengan mengkombinasikan media sosial yang sangat digemari anak-anak bahkan orang dewasa dengan materi pelajaran. Media sosial yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik, yaitu tiktok.

Media tiktok dapat digunakan oleh guru untuk membahas suatu materi pelajaran. Namun sebaiknya materi pelajaran yang berisi informasi penting dan inti-intinya saja.  Materi pelajaran yang dapat diterapkan dengan media ini, yaitu materi tematik dan matematika sederhana. Guru juga dapat melibatkan peserta didik untuk menggunakan media tiktok saat mengerjakan tugas, baik tugas pengetahuan maupun keterampilan. Contoh penggunaan media tiktok pada pembelajaran tematik, yaitu peserta didik diminta untuk membuat pertanyaan dan mencari jawabannya secara mandiri. Kemudian peserta didik diminta untuk menampilkan pertanyaan dilengkapi pilihan jawaban di sebelah kiri dan kanan layar gawainya. Peserta didik dapat memilih jawaban yang menurutnya benar dengan bergerak ke kiri atau bergerak ke kanan. Dari video tiktok yang telah dibuat peserta didik, guru akan mengecek video tersebut dan memberikan penguatan materi secara keseluruhan.  Siswa yang membuat video tiktok sangat kreatif akan mendapat apresiasi berupa pujian, atau penambahan poin nilai yang akan semakin menambah semangat siswa untuk aktif belajar.

Dengan adanya kombinasi antara materi pelajaran dengan media sosial tiktok sebagai salah satu bentuk inovasi kemajuan teknologi yang disenangi, tentu akan mendorong minat dan motivasi belajar peserta didik. Sehingga, dengan sendirinya peserta didik akan aktif untuk mengikuti proses pembelajaran tanpa adanya paksaan. Bukan hanya pengetahuan saja yang akan bertambah, namun juga kemampuan peserta didik dalam menguasai teknologi meningkat. Terlebih lagi di era digital 4.0 ini, masyarakat dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi agar tidak tertinggal dari negara-negara lain. Oleh sebab itu, selain dibekali dengan ilmu pengetahuan di sekolah, peserta didik juga perlu menguasai teknologi. Tentunya media sosial tiktok menjadi satu cara yang dapat meningkatkan kemmapuan siswa dalam mengoperasikan teknologi. Dengan demikian, tujuan pendidikan nasional tetap dapat tercapai, meskipun hanya belajar secara daring.

Daftar Pustaka

Purwanto, A., Pramono, R., Asbari, M., Hyun, C. C., Wijayanti, L. M., Putri, R. S., & Santoso, priyono B. (2020). Studi Eksploratif Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Proses Pembelajaran Online di Sekolah Dasar. Jurnal of Education, Psychology and Counseling., 2(1). Retrieved from https://ummaspul.e-journal.id/Edupsycouns/article/view/397 Wardani, Anita, & Ayriza, Y. (2020). Analisis Kendala Orangtua dalam Mendampingi Anak Belajar di Rumah Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1). https://doi.org/https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.705.

Biodata Penulis
Maria Merianti L lahir pada tanggal 16 Mei 1994. Lulus S1 Pendidikan Kimia FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak. Pernah mengajar di SMA Yayasan Pendidikan Kristen Pontianak pada tahun 2017-2018. Saat ini tercatat sebagai guru di Persekolahan SD Suster Pontianak sejak tahun 2018. Jejak dapat dilihat melalui akun instagram @merilabutt

Tinggalkan Balasan